Ide Pengembangan Proyek








A.IDENTIFIKASI PROYEK
     
   Langkah pertama dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isyu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini diperlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada. Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk mengunakan istilah ‘appreciative enquiry’ dari pada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’. Dalam hal ini, proses dimulai dengan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk mengunakannya di kemudian hari. Perangkat yang terdapat di halaman-halaman berikut ini dapat digunakan atau diadaptasi untuk membantu individu dalam masyarakat mengidentifikasi visi mereka. Dengan demikian proyek dapat diarahkan untuk membantu masyarakat mencapai sebagian dari visi mereka. Penilaian Kebutuhan Mungkin kita sudah mengetahui kebutuhan lokal. Mungkin juga dapat terlihat dengan jelas, atau kita telah mengetahuinya dari proyek yang lampau. Akan tetapi, kita mungkin tidak tahu sama sekali apa kebutuhan masyarakat tersebut. Sangatlah penting untuk melakukan ‘penilaian kebutuhan’ sebelum merancang karya pembangunan walaupun kita menganggap telah mengetahui kebutuhan mereka atau tidak.
■ Proyek harus di dasarkan pada apa yang di katakan oleh masyarakat bukan dari asumsi yang kita miliki.
■ Terkadang kubutuhannya tidak secara langsung dapat di lihat atau mudah untuk dimengerti.
■ Dengan mewawancari beberapa orang yang berbeda, kita dapat mengerti dampak yang berbeda terhadap individu. Contoh, akses yang buruk untuk mendapatkan air bersih dapat berpengaruh lebih banyak pada kaum perempuan dibandingkan pria, karena mereka harus berjalan jauh untuk mengambil air.
■ Keadaan dapat berubah:
 • Kehadiran orang baru dalam komunitas.
 • Adanya kebutuhan baru.
 • Kebutuhan lama dapat dikemukakan.
 • Problems might be affecting people differently.
■ ‘Penilaian kebutuhan’ memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memprioritaskan kebutuhan mereka, dan akan membimbing pada proyek pembangunan yang berkelanjutan. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan ‘penilaian kebutuhan’ bervariasi tergantung pada kontak yang telah kita lakukan sebelumnya dengan masyarakat tersebut. Biasanya, penilaian kebutuhan dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pada tahap ini, kita mencoba untuk mendapatkan gambaran dari kebutuhan dan siapa yang diuntungkan oleh proyek ini. Kita tidak mencari terlalu banyak detail. Penelitian lebih lanjut terhadap pemangku kepentingan dan sebab akibat dari suatu masalah dijabarkan lebih lanjut pada tahap rancang bangun dari suatu siklus proyek. Coba berbicara kepada berbagai pihak, seperti tokoh masyarakat setempat atau wakil dari beberapa kelompok masyarakat. Atau mengunakan metode untuk memancing pendapat dari banyak orang dalam waktu yang terbatas, misalnya dengan Pemetaan Masyarakat. Kita tidak ingin menumbuhkan harapan terlalu tinggi atau membuang waktu masyarakat. Pastikan orang yang diwawancara mencakup: Kaum ibu dan bapak, anak perempuan dan laki-laki, orang lanjut usia, orang yang memiliki keterbatasan fisik dan lain-lain. Banyak cara untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarkat. Beberapa cara tertera di bawah ini akan diulas lebih dalam sebagai pilihan contoh yang dapat digunakan. Instrumen ini dapat diadaptasi dengan ‘penilaian kapasitas.’





B. FORMULASI PROYEK

Formulasi kebijakan publik adalah langkah yang paling awal dalam proses kebijakan public secara keseluruhan. Oleh karenanya, apa yang terjadi pada fase ini akan sangat menentukan berhasil tidaknya kebijakan publik yang dibuat itu pada masa yang akan datang.
Menurut Anderson (Dalam Winarno, 2007 : 93) formulasi kebijakan menyangkut upaya menjawab pertanyaan bagaimana berbagai alternatif disepakati untuk masalah masalahyang dikembangkan dan siapa yang berpartisipasi.
Lindblom (dalam Solichin Abdul Wahab, 1997:16)mendefinisikan formulasi kebijakan publik ( public  policy making ) sebagai berikut:

merupakan proses politik yang amat kompleks dan analisis dimana tidak mengenal saat dimulai dan diakhirinya dan batas dariproses itu sesungguhnya yang paling tidak pasti,serangkaian kekuatan yang agak kompleks itu kita sebut sebagai pembuatan kebijakan publik, itulah yang kemudian membuahkan hasil yang disebut kebijakan.



C. MIND MIPING
Mind Mapping adalah sebuah cara mencatat dengan memanfaatkan bagaimana otak bekerja

Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
  1. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. 
  2. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
  3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali. 
  4. Lebih mudah dipahami dan diingat. 
  5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
Membuat Mind Maping





Mind Map  adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagimana otak dirancang, seperti yang secara internal selalu digunakan otak, dan terhadap mana perlu memberiarkannya membiasakan diri kembali.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:


Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama Sejarah Indonesia, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang miskin warna.
Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci
Buat peta pikiran dikertas polos dan hilangkan proses edit. Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Mind mapping adalah suatu teknik mencatat yang mampu mengembangkan pikiran dan meningkatkan daya ingat karena informasi disusun secara bercabang dari tema utama yang menyertakan gambar, simbol, warna dan teks untuk yang dapat memampukan peserta didik untuk menggunakan seluruh potensi dan kapasitas otak dengan efektif dan efisien.


0 komentar: